Kamis, 07 Juni 2012

bab kelarutan


1. Pengertian kelarutan

Jika kita melarutkan padatan garam dapur ke dalam air sedikit demi sedikit, pada awalnya NaCl larut seluruhnya dalam air. Ketika sejumlah tertentu NaCl telah melarut dan ada sebagian yang tidak larut (terbentuk endapan), maka larutan tersebut merupakan larutan jenuh atau tepat jenuh. Konsentrasi zat terlarut di dalam larutan jenuh sama dengan kelarutannya.
Dengan demikian, kelarutan (solubility) –dengan lambang s– dapat didefinisikan sebagai jumlah maksimum suatu zat yang dapat larut dalam pelarut tertentu. Satuan kelarutan biasanya dinyatakan dalam gram/ Liter atau mol/ Liter. Besarnya kelarutan suatu zat dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:

1. Suhu
Kelarutan zat padat dalam air semakin tinggi bila suhunya dinaikkan. Adanya panas mengakibatkan semakin renggangnya jarak aannttaarr mmoolleekkuull nzyaat pmadeantj,a sdei hleinmggaah kdeaknu amtaund gaahy a terlepas oleh gaya tarik dari molekul-molekul air.
2. Jenis pelarut
a. senyawa polar mudah larut dalam pelarut polar
Misal:
Garam dapur, gula, alkohol, dan semua asam merupakan senyawa polar sehingga mudah larut dalam pelarut polar seperti air
b. Senyawa non-polar mudah larut dalam pelarut non-polar
Misal:
Lemak mudah larut dalam minyak Dalam suatu larutan jenuh dari zat elektrolit yang sukar larut, terdapat kesetimbangan antara zat padat yang tidak larut dengan ion-ion yang terlarut. Secara umum, persamaan kesetimbangan untuk larutan garam AmBn yang sedikit larut adalah:
AmBn (s) mAn+ (aq) + nBm– (aq)
Ksp AmBn = [An+]m [Bm–]n

2. Hasil Kali Kelarutan

Dengan demikian, hasil kali kelarutan (Ksp) menggambarkan perkalian konsentrasi ion-ion elektrolit yang sukar larut dalam larutan jenuhnya, dipangkatkan koefisiennya masing-masing. Senyawa yang mempunyai harga Ksp adalah senyawa elektrolit yang sukar larut. Senyawa elektrolit yang mudah larut seperti NaCl, Na2SO4, KOH, HCl, atau H2SO4 tidak mempunyai harga Ksp. Demikian pula senyawa-senyawa yang sukar larut, tetapi non-elektrolit seperti benzen, minyak, eter, juga tidak mempunyai harga Ksp. Besarnya harga Ksp dari suatu zat adalah tetap pada suhu tetap. Jika terjadi perubahan suhu, maka harga Ksp-nya pun akan mengalami perubahan.


3. Hubungan kelarutan (s)     dengan hasil kali kelarutan (Ksp)

Karena nilai kelarutan (s) dan hasil kali kelarutan (Ksp) sama-sama dihitung pada larutan jenuh, maka terdapat hubungan yang sangat erat di antara keduanya. Untuk senyawa AmBn yang terlarut, maka ia akan mengalami ionisasi dalam sistem kesetimbangan:

AmBn (s) mAn+ (aq) + nBm– (aq)

Jika harga kelarutan dari senyawa AmBn sebesar s mol L–1, maka di dalam reaksi kesetimbangan tersebut konsentrasi ion-ion An+ dan Bm– adalah:

AmBn (s) mAn+ (aq) + nBm– (aq) s mol L–1 ms mol L–1 ns mol L–1

sehingga harga hasil kali kelarutannya adalah:

Ksp AmBn = [An+]m [Bm–]n
= (ms)m (ns)n
= mm .sm.nn.sn
= mm .nn.sm+n


Hubungan kelarutan dengan hasil kali kelarutan dapat pula dinyatakan dengan persamaan berikut:

Ksp                  = (n – 1)n–1 sn
dengan: n        = jumlah ion dari elektrolit
s                       = kelarutan elektrolit (mol.L–1)
Untuk elektrolit biner (n = 2):

4. macam – macam kelarutan

Ketika sejumlah tertentu NaCl telah melarut dan ada sebagian yang tidak larut (terbentuk endapan), maka larutan tersebut merupakan larutan jenuh atau tepat jenuh, sedangkan larutan tak jenuh adalah larutan dimana suatu zat terlarut yang dilarutkan dalam larutan tersebut masih dapat larut.

5 . Pengaruh ion sejenis

Suatu zat elektrolit umumnya lebih mudah larut dalam pelarut air murni daripada dalam air yang mengandung salah satu ion dari elektrolit tersebut. Jika AgCl dilarutkan dalam larutan NaCl atau larutan AgNO3, ternyata kelarutan AgCl dalam larutan-larutan tersebut akan lebih kecil jika dibandingkan dengan kelarutan AgCl dalam air murni. Hal ini disebabkan karena sebelum AgCl(s) terionisai menjadi Ag+(aq) atau Cl–(aq), di dalam larutan sudah terdapat ion Ag+ (dari AgNO3) atau ion Cl– (dari NaCl)

AgCl (s) Ag+ (aq) + Cl– (aq)

Sesuai dengan Asas Le Chatelier, penambahan Ag+ atau Cl– akan menggeser kesetimbangan ke kiri, sehingga AgCl yang larut makin sedikit. Dengan demikian, adanya ion sejenis akan memperkecil kelarutan suatu elektrolit.
Apabila suatu zat kita larutkan ke dalam suatu pelarut, ternyata ada yang mudah larut (kelarutannya besar), ada yang sukar larut (kelarutannya kecil), dan ada yang tidak larut (kelarutannya dianggap nol). Sebenarnya, tidak ada zat yang tidak larut dalam pelarut. Misalnya, dalam pelarut air semua zat (termasuk logam) dapat larut, hanya saja kelarutannya sangat kecil. Jika suatu zat terlarut dalam pelarut sangat sedikit, misalnya kurang dan 0,1 gram zat terlarut dalam 1.000 gram pelarut, maka zat tersebut kita katakan tidak larut (insoluble). Di sini, kita akan membicarakan zat padat yang sedikit kelarutannya dalam air.
Jika suatu zat padat, contohnya padatan PbI 2, kita larutkan ke dalam air maka molekul-molekul padatan PbI 2 akan terurai, selanjutnya melarut dalam air. Untuk melarutkan PbI 2 ke dalam air akan ada dua proses yang berlawanan arah (proses bolak-balik), yaitu proses pelarutan padatan PbI 2 dan proses pembentukan ulang padatan PbI 2 . Mula-mula, laju pelarutan padatan PbI 2 sangat cepat dibandingkan dengan laju pembentukan ulang padatan tersebut. Makin lama, konsentrasi PbI 2 yang terlarut meningkat dengan teratur dan laju pembentukan ulang padatan juga meningkat. Pada saat laju pelarutan padatan PbI 2 sama dengan pembentukan ulang padatan, proses yang saling berlawanan arah tersebut kita katakan berada dalam kondisi kesetimbangan .
Pada kondisi kesetimbangan ini, larutan PbI 2 pada kondisi tepat jenuh. Jumlah PbI 2 yang dapat larut sampai dengan tercapainya kondisi tepat jenuh dinamakan kelarutan PbI 2 . Secara umum, pengertian kelarutan suatu zat dalam air adalah batas maksimum dari jumlah suatu zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu air.
PbI 2 melarut dalam air dalam bentuk ion Pb 2+ dan 2 ion I -, sehingga proses kesetimbangan PbI 2 dalam air merupakan kesetimbangan ionisasi PbI 2 dalam air, yaitu sebagai berikut.
PbI 2 (s) --> Pb 2+ (aq) + 2 I - (aq)
Dalam larutan PbI 2 jenuh terdapat reaksi ionisasi PbI 2 dalam keadaan msetimbang. Tetapan kesetimbangan ini kita namakan tetapan hasil kali kelarutan (solubility product constant) dan disimbolkan dengan K sp .

Persamaan tetapan kesetimbangan PbI 2 :
Persamaan tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) adalah sebagai berikut.
Dari persamaan K sp di atas dapat kita nyatakan pula bahwa nilai dari K sp merupakan perkalian dari ion-ion yang melarut dipangkatkan dengan koefisien masing-masing.
Besarnya nilai hasil kali kelarutan mencerminkan mudah atau tidaknya larutan elektrolit larut dalam air.

Jumat, 01 Juni 2012

isi sel

isi sel

-dinding sel (terutama pada tumbuhan ) tersusun selulosa, pada dinding sel terdapat noktah yang merupakan penjuluran sitoplasma yang disebut plasmodesma yang fungsinya mengatur komunikasi antar sel satu dengan yang lain.
-selaput plasma(plasmalemma) tersusun atas lipoprotein fungsi mengatur pertukaran/ transportasi
-ribosom fungsinya mensitesiskan protein
-lisosom fungsinya sebagai pencernaan intrasel mengadung enzim hidrolik.
-mitokondria berfungsi sebagai respirasi aerob
-retikulum endoplasma kasar : angkutan sintesis protein
-retikulum endoplasma halus : angkutan dan sintesis lipid
-badan golgi/ diktiosom : eksresi dan sekresi
-sentrosom : pembelahan sel
plastida: leukoplas berfungsi sebagai penyimpan makanan
-vakuola
-mikrotobulus
-mikrofilamen
-peroksisom
-inti sel


Rabu, 30 Mei 2012

sejarah evolusi

evolusi adalah proses perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit dari bentuk yang sederhana menjadi bentuk yang komlpeks dan memakan waktu lama.
macam evolusi
1. progresif yaitu perubahan yang menuju survive
2. regresif yaitu perubahan menuju kepunahan sepesies
3. konvergen yaitu evolusi dari beberapa spesies berbeda yang menempati lingkungan yang sama akhirnya memiliki organ tubuh yang sama meskipun secara anatomi berbeda. seperti proses terbentuknya analogi yaitu memiliki persamaan fungsi organ tubuh sehingga spesies yang berkerabat jauh tampak berkerabat dekat, misalnya ikan hiu dan ikan paus.
4. divergen yaitu evolusi dari satu spesies menghasilkan beberapa spesies yang memiliki anatomi tubuh yang sama dan fungsi berbeda. adanya humologi organ menunjukkan perkembangan evolusi div ergen, misalkan kaki depan kuda homolog dengan sirip dada ikan paus.

teori evolusi
teori evolusi charles darwin -  dalam buku "origin of spesies by means natural selection" dengan konsep :
*spesies yang sekarang berasal dari spesies masa lalu
*evolusi terjadi karena seleksi alam.

pokok -pokok pikiran yang mendasari hipotetsis darwin tentang seleksi alam
*tidak ada individu yang identik
*setiap ukuran populasi cenderung bertambah
*pertambahan populasi tidak berjalam terus menerus
*perkembangbiakan memerlukan makanan dan ruang yang cukup

yang mengilhami teori evolusi darwin , diantaranya adalah perjalanan kepulau galbapagos yang terdapat variasi 14 spesies burung finch, teori geologis charles lyell dan teori ekonomi dan kependudukan T.R. maltus

tokoh teori evolusi
- J.B. lamarck , evolusi terjadi karena pengaruh lingkungan yang diwariskan keanak, use and disuse/ organ yang digunakan berkembang dan organ yang tidak digunakan mengalami rudimenter/ menyusut. sperti nenek moyang jerapah berasal dari berleher pendek yang beradaftasi karena pengaruh lingkungan berubah menjadi leher panjang.

petunjuk evolusi
adanya variasi, penyebaran geografis/ isolasi, fosil, homologi vertebrata, dan alat tubuh yang tersisa

mekanisme evolusi
adanya variasi gen, rekombinasi , mutasi , dan seleksi alam

asal usul manusia
tupaidae- lemuridae-pongidae-homonidae

hukum Hardy Weinberg
mengenai genetika populasi

Senin, 28 Mei 2012

koloid dalam banyak industri

es krim merupakan koloid dalam kehidupan sehari-hari dalam industri makanan.

kecap merupakan salah satu contoh dari koloid, sistem koloid digunakan dalam kecap untuk mengstabilkan dalam jangka waktu yang cukup lama.

di industri kosmetik kita sangat mengetahui foundation, ternyata kosmetik yang sering kita gunakan merupakan salah satu contoh koloid yang berbentuk emulsi

pewarna tekstil berbentuk koloid karena mempunyai daya serap yang tinggi , sehingga dapat melekat pada tekstil.

sabun merupakan emulgulator untuk membentuk emulsi antara kotoran dengan air sehingga sabun dapat membersihkan kotoran.

obat batuk dalam kemasan botol merupakan salah satu contoh koloid agar teteap stabil atau tidak mudah rusak.