Minggu, 26 Mei 2013

bisakah aku melupakanmu RAN?

8 April 2013
saat pertama kali kita berhubungan, aku mengenalnya dari temanku yang berpacaran dengan adiknya. saat itu aku sedang mencari labuhan hati untuk membendung segala rasaku. dan kau hadir dengan caramu yang ku anggap hal biasa namun tak ku pungkiri aku memiliki ketertarikan itu padamu. mendengar suara lelaki di ponselku merupakan hal yang asing saat itu, karna bagaimana tidak, setelah 2bulan terakhir aku tak bisa mendengar suara pria satupun yang bisa menggetarkan hatiku sehebat suara yang kau milki.

kegemaran kita sama, yaitu musik. sikapmu yang ramah dan terbuka dengan hobby musik itu membuat aku semakin nyaman saja, keacuhanku selama 2bulan terakhir ini tiba-tiba saja hilang, kebekuanku tiba-tiba saja leleh dengan suara dan petikan gitar yang saat ini belum bisa aku temukan di pria manapun. cerita tentang masa lalu mu membuatku mengerti betapa sakitnya kau di masa itu, dan musiklah tempat mu mencurahkan segala rasa itu, ya seperti aku juga tentunya.

saat yang tak ku duga pun datang, pemikiran dan rasaku tak pernah salah padamu, kau ucapkan rasa yang ada dihatimu saat itu, tapi sayangnya aku takut untuk memulai, entah apa itu ragu atau memang aku takut untuk mulai mencintai lagi.. kau menunggu dan menunggu hingga pada akhirnya aku pun tak bisa melawan rasaku itu padamu. kukatakan ya aku juga sepertimu..

tepatnya tanggal 11 april 2013 aku memulai hubungan indah kami, hari-hari ku yang dulu sepi dan penuh ilusi kini berubah menjadi keceriaan yang mungkin teman-teman saya anggap aneh dan terlalu cepat, namun pada kenyataanya aku nyaman dengan segala yang instan bersamanya. dia sosok yang sangat sempurna bagiku, doa-doa yang dia panjatkan untuk hubungan kami membuat aku semakin merasa bahwa aku tak salah dalam memlih dia untuk pelabuhan hati dan tujuan hidupku..

pagiku diisi dengan ucapan dan lantunan doa darinya, perhatian kecilnya tentang menjaga kesehatan dan tak melupakan ibadah adalah hal yang paling membuat aku tak bisa luput dari ponselku, dia yang menemaniku dimasa sulitku dimasa aku menempuh ujian itu dan dimasa dimana aku tak bisa berbaur bersama keluarga besarku, dia ada, dan selalu hadir disetiap detik hembus napasku dia mengingatkanku jika aku salah melangkah, dia memberi saran saat aku mulai tak temukan jalan keluar.aku bahagia dengan dia, meski tak pernah bertemu dan kami hanya berkomunikasi memalui ponsel saja, aku merasa cukup telah memiliki dia, memiliki hatinya seutuh dan seindah puisi para pujangga cinta.

namun, hal yang sangat tak ingin aku temukan dihubungan kita tiba-tiba hadir begitu saja, awalnya manis namun selalu berujung dengan kecurigaanku dengan sikapmu yang lambat laun berubah, dulunya setiap hari kau mengirim pesan dan lantunan doa, namun tiba-tiba hal itu semakin jarang dan komunikasi kitapun semakit tak lancar, akibat aktivitasku yang sangat padat pada saat itu, yang lebih kucurigai lagi temanku yang pacar adikmu pun mengalami hal yang sama ,

aku acuh saja dengan cerita yg temanku ceritakan. meski dalam relung hatiku aku selalu bertanya apakah kau dan adikmu itu hanya satu orang? atau kau hanya ingin bermain dengan hubungan ini? pertanyaan demi pertanyaan hadir dan tumbuh subur diotakku, aku bingung bagaimana mengunggapkan semua padamu tentang kecurigaanku itu,

saat itu aku dan temanku berada dalam satu tempat yang sama, dan kau menelponku seperti biasanya, tak ada curiga bagiku aku selalu menutupi semua dengan nyanyian kita, namun betapa terkejutnya aku saat temanku berkata kalau suara yang berbincang denganku adalah suara pacarnya, aku hanya terdiam anganku jauh, dan tak sengaja ku matikan telpon itu. aku berusaha kuat untuk membendung airmata ini aku berusaha menutupi ketakutanku padanya. dan kau terus menghubungiku . dan pada akhirnya aku memutuskan hubungan kita dengan sebelah pihak.

kau kembali menghubungiku dan menanyakan hubungan ini aku hanya diam dan memandangi fotomu saja, aku tahu semua ini kepalsuan yang kau ciptakan, aku telah terbawa rasa padamu, aku terlalu jauh mengganggap kau nyata , aku terlalu jauh memikirkan anganangan kita, aku malu aku malu dengan semua cerita yang kubagi dengan temantemanku.. pada akhirnya akulah yang harus mengalah, akulah yang harus mengubur rasa dalamdlaam, bukan aku menyerah tapi pertemanan dan rasa saling menghargai itulah yang membuatku tak sanggup untuk bertahan.

aku berpurapura tak tahu dengan kebohongan itu, aku berpurapura tak terjadi apaapa selama satubulan ini. aku kembali pada jalanku yang dulu, yang acuh dan beku, aku tak tahu kapan bisa bertemu denganmu aku tak tahu bagaimana aku bisa memulai suatu hubungan lain tanpamu aku takut, aku takut terjatuh untuk kesekian kalinya, luka dihatiku sudah banyak dan tak ada tempat yang sempurna sesempurna yang kau miliki.

bagiku kau adalah kenangan yang sangat indah aku beruntung mendapatkan perhatian itu darimu perhatian yang sebelumnya belum pernah aku rasakan, kau cinta maya namun telah ku anggap nyata, kau cinta sesaat namun telah terkenang indah direlung ini, tak bisa kupungkiri sulit untuk mencari tempat yang lain seindah tempat yang kau miliki.

kehadiranmu memberi arti bagi hidupku, caramu menenangkan ku sungguh hal paling tak bisa aku lupakan, meski kini kita sudah tak bersama lagi, namun hal itu tetap ada disini bersama banyangan maya yang selalu kau ciptakan, kau selalu ada walaupun tersimpan direlung hatiku yang paling dalam. kata yang selalu ku ingat darimu yaitu, "abang baik-baik aja mbak, mbak jaga kesehatannya Iloveyou cewetku{}"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar